Logika

Posted: Mei 11, 2011 in Uncategorized

ASAS-ASAS PENALARAN SISTEMATIS

A. Defenisi logika selaku ilmu penalaran sistematis.
Secara etimologis, logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasar dari kta benda logos. kata logos berarti sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (pikiran), kata percakapan atau unkapan lewat bahasa. Kata logikos berarti mengenai sesuatu yang diutarakan, mengenai suatu pertimbangan akal, mengenai kata, mengenai percakaan atau berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa. dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa logika adalah suatu pertimbagan akal atau pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Dalam sejarah perkembangan logika, banyak definisi dekemukan oleh para ahli yang secara umum memiliki banyak persamaan. Ada yang mengatakan bahwa logika itu adalah ilmu dalam lingkungan filsafat yang membahas prinsip-prinsip dan penalaran yang tepat. Ada yang menandakan bahwa logika adalah ilmu pengetahuan (science) tetapi sekaligus juga merupakan keterampilan (art) untuk berfikir secara lurus tepat dan teratur.
Perkataan logika diturunkan dari sifat “ogike” bahasa yunani, yang berhubngan dengan kata benda “logos” yang berarti fikiran atau perkataan sebagai pernyataan dari fikiran itu.Apa yang sebenarnya yang dimaksud dengan fakir itu? Berikut ini ada beberapa pendapat, yaitu:
Berfikir adalah suatu kegiatan jiwa untuk mencapai pengetahuan (partap Sing Mehra)
 Berfikir adalah berbicara dengan dirinya sendiri dalam batin, yaitu mempertimbangkan, merenungkan, menganalisa, membuktikan sesuatu, menunjukan alasan-alasanya, menarik kesimpulan, meneliti suatu jalan fikiran, mencari bagaimana berbagai hal itu brhubungan satu sama lain.
Secara luas dapat diartikan bahwa logika adalah cabang filsafat yang membicarakan prinsip-prinsip serta norma-norma penyimpulan yang sah.Secara sederhana, logika adalah cabang filsafat yang membahas metode-metode penalaran yang sah dari primis ke kesimpulan.
Selain itu ada sebuah definisi yang dikemukakan oleh Irving M.Copy, dalam karya yang berjudul “Inrodction to logic (1972)
Logic is the study of methods and principles used to distinguish good (correct) from bad (incorrect) reasoning. Logika adalah penelaaha mengenai metode-metode dan rinsip-prinsip yang digunakan untuk memperbedakan penalaran yang baik dalam arti benar dari penalaran yang jelek dalam arti tidak benar.
Susame K. Langer dalam bukunya yang berjudul “An Introduction to symbolic logic” yang mengatakan antara lain logic is to the astronomer ; an instrument of visison. Logic is a tool of philosophical thought as mathematicsnis a tool physics.
B. Macam-macam logika
Dari segi sejarah terdapat dua macam logika yaitu:
1. Logika naturalis
Sejak manusia mulia melakukan kegiatan yang disebut berfikir, saat itulah ia mempratektekan hku-hukum atau aturan-aturan berfikir mesikpun belum disadarinya. Dengan kata lain, sejak manusia ada secara pontesial, manusia sudah berlogika, dan teraktualisasikan sejak budi manusia berfungsi sebagai mana mestinya. Namun kemampuan berlogika seperti hanya merupakan bahwa kodrat manusia. Itu masih alami dan sangat sederhana. Itulah yang disebut logika naturalisme (logika alamiah)
2. Logika Artificialis
Lahirnya logika artificialis sekurang-sekurang ada dua penyebab yaitu:
Kemampuan berlogika secara alami yang sangat terbatas
Permasalahan yang dihadapi manuia yang semangkin komplek
Logika artificialis dibagi menjadi dua macam:
• Logika material adalah logika yang membicarakan materi atau bahan-bahan atau barang-barang dalam realita yang berhubungan dengan fikiran. Dapat dikatakan bahwa logika material adalah membicarakan persesuaian antara fikiran dengan objeknya atau hal yang difikirkan.
• Logika formal atau minor adalah logika yang mempelajari bentuk berfikir. Yang dimaksud dengan berfikir adalah aturan-aturan atau patokan -patokan atau metode-metode yang digunakan untuk dapat berfikir tepat.
Logika formal terbagi menjadi dua macam, yaitu
1. Logika tradisional merupakan suatu bentuk logika (formal logic) yang mempelajari azas dan aturan penyimpulan yang sah menurut bentuknya penalaran saja.
2. Logika modern (simbolik) merupakan satu bentuk logika (formal logic), tetapi daya formalnya lebih besar, karena lingkungan bentuk-bentuk yang dijangkaunya jauh melampaui logika tradisional.
C. Beberapa alasan untuk mempelajari logika
Berikut ini dikemukan beberapa alasan mengapa kita mempelajari logika, yakni sebagi berikut:
1. Logika dipendang sebagai ilmu dan bukan sebagai seni (kecakapan), maka usaha mempelajari logika harus memberikan orang yang mempelajarinya pemahaman tentang hakikat, tentang prinspprinsip pemikiran yang logis.
2. Ditinjau secara praktis yakni sebagai suatu seni, kecakapan, logika harus membantu orang yang mempelajarinya untuk memperbaiki kemampuanya sendiri melakukanpenalaran yan menyakikan, sehingga ia dapat mengetahui perbadaan antara bahan bukti yang baik dan yang buruk bagi suatu kesimplan.
.
D. Peranan Logika
Peranan logoka pada umumnya orang akan menghubungkan dengan jasa dari Aristoteles. Logika akan dapat didefenisiskan secara lebih meluas sebagai penelitian tentang prinsip-prinsip penalaran yang tepat. Logika menangkap masalah tentang analisa dari argrument, dengan memahami ke alasan dari ungkapannya, mencoba untuk menemukan hukum-hukum yang mampu memberikan kepastian kepada keyakinan kita akan kesahihan atau viladitas.
Secara tradisional logika diartikan sebagai bahagian dari filsafat, meskipun nilainya tidak punya makna yang terkait dengan kaidah-kaidah akademik karena argument-argment dapat saja muncul dalam permasalahan kehidupan sehari-hari, hanya dapat dipecahkan melalui perhatian yang teliti terhadap sehat dari tuntunan atau sanggahan-sangahan yang diajukan.

Kegunaan logika
Ada empat kegunaan logika
Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berfikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertip, metodis dan koheren.
Meningkatkan kemampuan berfikir secara abstrak, cermat, dan objektif
Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berfikir secara tajam dan mandiri.
Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kekeliruan serta kesesatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s