AAS ( Spektrofotometer Serapan Atom)

Posted: Mei 10, 2011 in Uncategorized

Dewasa ini penggunaan istilah spektrofotometri menyiratkan pengukuran jauhnya penyerapan energi cahaya oleh suatu sistim kimia itu sebagai fungsi dari panjang gelombang radiasi, demikian pula pengukuran penyerapan yang menyendiri pada suatu gelomabng tertentu. Perpanjangan spektrofotometri serapan atom ke unsur-unsur lain semula merupakan akibat perkembangan spektroskopi pancaran nyala. Bila disinari dengan benar, kadang-kadang dapat terlihat tetes-tetes sample yang belum menguap keluar dari puncak nyala, dan gas-gas nyala itu terencerkan oleh udara yang menyerobot masuk sebagai akibat tekanan rendah yang diciptakan oleh kecepatan tinggi itu, lagi pula sistim optis itu tidak memerikasa seluruh nayala melainkan hanya mengurusi suatu daerah dengan jarak tertentu diatas titik puncak pembakar.
Selain dengan metode serapan atom unsur-unsur dengan energi eksitasi rendah dapat juga dianalisis dengan fotometri nyala, tetapi untuk unsur-unsur dengan energi eksitasi tinggi hanya dapat dilakukan dengan fotomeetri nyala. Untuk analisisi dengan garis spektrum resonansi antara 400-800 nm, fotometri nyala sangat berguna, sedangkan antara 200-300 nm, metode AAS lebih baik dari fotometri nyala. Untuk analisis kualitatif, metode fotometri nyala lebih disukai dari AAS, karena AAS memerlukan lampu katoda spesifik (hallow cathode). Kemonokromatisan dalam AAS merupakan syarat utama. Suatu perubahan temperatur nyala akan mengganggu proses eksitasi sehingga analisis dalam fotometri nyala dapat berfarisasi hasilnya. Dari segi biaya operasi, AAS lebih mahal dari fotometri nyala berfilter. Dapat dikatakan bahwa metode fotometri nyala dan AAS merupakan komplementer satu sama lainnya.
Teknik AAS digunakan untuk menetapkan kadar ion logam tertentu dengan cara mengukur intensitas serapan cahaya pada panjang gelombang tertentu oleh uap atom unsur yang berasal dari cuplikan. Atom-atom logam bentuk gas dalam keadaan dasar (tidak tereksitasi) mampu menyerap energi cahaya yang panjang gelombang resonansinya khas, umumnya adalah panjang gelombang radiasi yang akan dipancarkan oleh atom-atom itu bila tereksitasi dari keadaan dasar. Apabila cahaya dengan panjang gelombang resonansi itu dilewatkan pada nyala yang mengandung atom-atom yang bersangkutan, maka sebagian cahaya tersebut akan diserap dan intensitas penyerapan akan berbanding lurus dengan banyaknya atom keadaan dasar yang berada dalam nyala. Cuplikan yang disuntikan ke dalam alat AAS selanjutnya akan diubah menjadi kabut yang mengandung atom-atom logam yang akan ditentukan. Atom-atom ini selanjutnya disemprotkan ke dalam nyala dan dilewati cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Intensitas cahaya yang diserap dapat terukur oleh detektor, dan akan berbanding lurus dengan konsentrasi atom logam yang akan diukur.
Penentuan kadar dengan menggunakan AAS dapat dilakukan dengan dua metode (jika tidak dinyatakan lain umumnya digunakan metode 1), yaitu:
Metode I : Metode Kalibrasi Langsung
Dibuat tidak kurang dari tiga larutan baku yang mengandung unsur yang akan ditetapkan kadarnya, dan mencakup jangkauan kadar larutan uji yang akan diukur. Masing-masing larutan baku diukur serapannya dan dibuat kurva kalibrasi antara serapan (absorbsi) terhadap konsentrasi. Untuk memperoleh kadar larutan uji, yaitu nilai serapan larutan uji dimasukkan ke dalam persamaan linier kurva kalibrasi.
Metode II : Metode Penambahan Baku
Dibuat tidak kurang dari tiga larutan uji, kepada masing-masing larutan uji ditambahkan sejumlah tertentu (diketahui jumlahnya) larutan baku dari unsur yang akan ditetapkan.
Satu larutan uji tidak ditambahkan larutan baku (misal : ada 6 buah labu larutan uji, maka hanya 5 labu yang ditambahkan larutan baku) dengan konsentrasi yang membentuk deret pengenceran. Kemudian masing-masing larutan diukur serapannya dan dibuat kurva kalibrasi antara serapan terhadap konsentrasi baku yang ditambahkan. Selanjutnya dari kurva tersebut diekstrapolasikan ke sumbu konsentrasi (sumbu X), dan titik potong dengan sumbu itu menunjukkan konsentrasi larutan uji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s